Brent: Cadangan minyak AS telah tumbuh lagi

Analisa fundamental untuk 06/05/2016

Menurut Departemen Energi AS cadangan minyak di minggu 23-29 April telah mencapai 2.784.000 barel.

Sejak pembukaan harga minyak hari perdagangan hari ini, harga turun sebelum rilis data tenaga kerja AS pukul 14.30 GMT + 2).

Setelah mencapai tertinggi tahunan baru pada tingkat 48.40 pada akhir April, harga minyak telah menurun untuk sesi kelima berturut-turut.

Pada hari Rabu, Departemen Energi AS merilis data yang menunjukkan bahwa pada minggu 23-29 April, cadangan minyak di Amerika Serikat naik hingga 2.784.000 barel. Media massa mengeluarkan informasi bahwa negara-negara OPEC berhenti untuk mempertimbangkan kemungkinan pembekuan produksi minyak pada tingkat saat ini.

Menurut OPEC ada tanda-tanda bahwa rasio antara pasokan dan permintaan minyak semakin lebih seimbang.

Namun, pada bulan April, produksi minyak di negara-negara OPEC telah mencapai tingkat rekor sejak tahun 1989 dan cadangan minyak di Amerika Serikat telah dipertahankan tertinggi sejak 1930 di level 500 juta barel.

Dalam beberapa minggu terakhir harga minyak telah mencapai tertinggi tahunan baru di tengah gangguan pasokan minyak di beberapa wilayah di dunia dan di tengah ekspektasi penurunan produksi minyak di Amerika Serikat. Kenaikan juga dipicu karena kegagalan negosiasi di Doha ketika Arab Saudi memerlukan pengurangan produksi minyak di Iran. Sebelumnya, Iran mengatakan bahwa upaya untuk membekukan produksi minyak adalah hal konyol. Iran terus meningkatkan produksi minyak, berusaha mencapai tingkat 4 juta barel per hari.

Tingkat produksi minyak di dunia adalah tinggi dan kecenderungan peningkatan cadangan minyak AS terus ada.

Kenaikan harga minyak dapat meyakinkan beberapa produsen minyak untuk meningkatkan produksi untuk melindungi pangsa pasar mereka. Dalam hal ini kelebihan pasokan minyak akan meningkat di dunia.

Jika NFPR (dirilis pada 14:30 GMT + 2) ternyata berada di bawah perkiraan 200.000 pekerjaan baru, maka harga minyak bisa tumbuh, didukung oleh berita ini.