Brent: Mungkinkan harga minyak dapat terus naik?

26 April 2016

Analisa fundamental

Hari ini pukul 22.30 (GMT + 2) American Petroleum Institute (API) akan merilis data persediaan minyak di terminal depot minyak AS untuk pekan lalu. Menurut cadangan minyak API di Amerika Serikat telah tumbuh sebesar 3.1 juta barel selama seminggu terakhir. Departemen Energi AS telah mengkonfirmasi kenaikan cadangan minyak sebesar 2.08 juta barel.

Diharapkan bahwa cadangan minyak juga akan tumbuh pada minggu terakhir. Ada beberapa alasan untuk harapan tersebut. Perusahaan swasta Genscape melaporkan kemarin bahwa peningkatan cadangan minyak di terminal depot minyak utama AS. Menurut laporan mingguan Genscape, cadangan minyak di Cushing Oklahoma naik sekitar 1.5 juta barel.

Menanggapi informasi yang disajikan untuk minyak mentah Brent berjangka di ICE Futures turun 1.4% ke 44.48 USD per barel. Kemarin, minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran sempit dan ditutup dengan harga berada di level 44.75 USD per barel. Pekan lalu, harga telah mencapai tertinggi tahunan baru di atas level 46.00 pada informasi tentang pemogokan pekerja minyak di Kuwait, yang bisa mengakibatkan gangguan pasokan minyak ke pasar dunia.

Namun, pemogokan selesai dan pertemuan di Doha, dimana kesepakatan untuk membekukan produksi minyak diperkirakan akan tercapai, berakhir sia-sia. Iran terus meningkatkan produksi minyak dan cadangan minyak AS diperkirakan telah mencapai rekor 500 juta barel, akan tumbuh lagi.

Departemen Energi Amerika akan merilis data cadangan minyak pada Rabu (16:30 GMT + 2). Kemudian, pukul 20.00 US Fed akan mengumumkan keputusan suku bunga. Diharapkan bahwa tingkat akan tetap tidak berubah pada pertemuan 2 hari, yang akan dimulai hari ini. Namun, ada kemungkinan bahwa Bank Sentral akan memberikan penilaian positif dari keadaan ekonomi nasional dan dunia dan dalam kasus ini, kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni akan tumbuh.

Oleh karena data di atas, maka kita dapat memperkirakan bahwa harga minyak telah mencapai ambang rally korektif, yang dimulai pada akhir Januari. Kenaikan lebih lanjut dalam harga adalah dipertanyakan. Jika kelebihan pasokan meningkat tidak akan seimbang dengan peningkatan permintaan, maka harga akan cepat kembali ke level 30.00 USD per barel.